PRODI PSIKOLOGI UNP official Forum
 
IndeksFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Aku Tahu Kamu Sedih

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
OPie



Jumlah posting : 32
Age : 27
Lokasi : Hijrah ke Bukittinggi
Registration date : 03.09.08

PostSubyek: Aku Tahu Kamu Sedih   Thu Sep 04, 2008 12:13 am

[Aku bingung. Raut wajah Nin beda setelah kusampaikan sebuah kabar berita padanya. Ia tinggal kelas. Bu guru menyampaikannya padaku karena Nin sudah seminggu tidak masuk sekolah. Orang tuanya sakit keras.
Aku ragu apakah ia sedang sedih atau sedang marah. Ia masih terdiam. Kutatap lama wajahnya. Kuperhatikan alis matanya. Pelupuk matanya sendu. Sudut dalam alis matanya terangkat. Bisa kutebak, kesedihan atau penderitaannya sangat kuat ditampilkan keseluruhan wajahnya.
Ekspresi seperti itu jarang bisa dibuat-buat. Sedikit orang yang bisa membuat gerakan ini tanpa disengaja. Bahkan, ketika orang berusaha untuk tidak menunjukkan perasaan mereka, alis mata dengan posisi miring akan membocorkan kesedihan mereka.
Kesedihan Nin tidak hanya tampak pada alis matanya saja. Kulihat, bibirnya tertarik secara horizontal, bibir bagian bawahnya yang tidak terbuka itu terdorong naik dan bergetar menahan emosi sedih itu. Bibir itu berkerut menghasilkan sebuah cebikan.
Lama-kelamaan pipi Nin mengembang, membuat sudut bibirnya terangkat seolah ada seringai. Kulihat lagi bagian bawah wajahnya. Ia jelas-jelas larut dalam kesedihan meskipun terlihat senyum.
Aku bingung lagi. Bagaimana harus bersikap kepada Nin? Apakah aku harus berekspresi sedih pula seperti Nin? Atau aku harus minta maaf karena telah menyampaikan kejujuran itu padanya? Aku ingin memberikan empati dan menanyakan bagaimana perasaannya. Tapi, aku berpikir, ekspresi senyum Nin mungkin merupakan usahanya untuk menyembunyikan kesedihan itu. Apakah aku berhak untuk ikut campur, sekedar menanyakan, “Kamu baik-baik aja kan, Nin?” atau “Kamu butuh bantuan sesuatu, Nin?”
Aku lebih memilih untuk mendengarkan kata hatiku. Akan lebih baik bertanya daripada pura-pura tidak tahu apa-apa. Aku akan berusaha memakluminya jika ia masih bungkam.
Sebenarnya ada beberapa alternative, tergantung pada apa yang dia lakukan, seperti apa hubunganku dengan Nin, dan lingkungan pada saat kesedihan Nin menjadi-jadi. Aku harus tahu hal apa yang membuat kami sama-sama merasa nyaman. Aku harus benar-benar tahu tentang Nin. Sebagian orang harus sedikit toleran terhadap sedih yang akan menjadikan mereka sangat sulit untuk jujur mengakui perasaan itu. Ada sebagian orang yang akan kehilangan control diri jika kesedihan mereka dikomentari. (Maghriza Novita Syahti/ P'Mails edisi Juni 2008 )
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://katakandengankata.wordpress.com   http://inioke.com
 
Aku Tahu Kamu Sedih
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Psychology UNP Forum :: PSIKOLOGI POPULER :: Daily Activity-
Navigasi: